Greeting from Al Ihsan

Greetings to all brothers and sisters, we present this web in order to get closer with you. Money does not mean anything compared to relationship between us.

More Than 1000 Herb in Indonesia

You can find the benefits, characteristics and functions of herbs that grow in Indonesia. we try to summarize them all here.

Open for Partnership

We are open for partnership. Our spirit to intorduce the natural and islamic medical method in the world

Gold Price Dailly Update

Current gold price info, sent directly to your account. You only need to follow a ihsanstore twitter account or facebook account

Online Media Maximizer

We will help you to promote your product. Especially the online promotion. Currently, online media is very important to build brand image

Jantung Sehat berkat Sirih


Herbal sirih tumbuh merambat dan bersandar pada batang pohon lain. herbal ini sebagai salah satu komponen tradisi Nginang dikalangan generasi dulu. Namun, makin berkembangnya riset, menunjukkan bahwa hebral ini ternyata memiliki banyak khasiat lainnya.

Herbal sirih (suruh, Suruh, Sedah (Jawa), Seureuh (Sunda); Ju jiang (China) dapat bermanfaat untuk mengobati penyakit Sakit mata, Eksim, bau mulut, kulit gatal, Menghilangkan jerawat; Pendarahan gusi, Mimisan, Bronkhitis, Batuk, Sariawan, Luka; Keputihan, Sakit jantung, Sifilis, Alergi/biduren, Diare, Sakit gigi.

Dan berikut ini beberapa resep yang beredar di masyarakat yang menggunakan bahan herbal Sirih, antara lain :

1. Mengurangi produk ASI yang berlebihan
Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya. Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api. Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di
seputar buah dada.

2. Keputihan
Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih.
Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.

3. Sakit Jantung
Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, 1 sendok jintan putih.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian diperas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur.

4. Sifilis
Bahan : 25 - 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus.

5. Alergi/biduren
Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

6. Diare
Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut.

7. Menghentikan pendarahan gusi
Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

8. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa)
Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit supaya keluar minyaknya. Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang berdarah/mimisen.

9. Sakit gigi berlubang
a. Bahan: 1 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok
Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin
Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

10. Bronkhitis
Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu. Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, dan disaring
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan

11. Batuk


a. Bahan: 4 lembar daun sirih.

Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.


b. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan madu secukupnya. Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

d. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

Gambir Penghambat Bakteri

Artikel ini bukan gambaran sebuah stasiun kereta di Jakarta, melainkan ini adalah sebuah tanaman herbal yang dahulu sampai sekarang banyak dikenal oleh orang-orang yang menjalankan ritual Nginang. Ternyata, herbal gambir ( Ourouparia gambir Roxb. Nauclea gambir) memiliki banyak khasiat. Khususnya dlaam menghambat bakteri disentri dan penyebab diare. Ini terbukti dari penelitian oleh Zulfadli, 1989. Farmasi, FMIPA UNAND.



Nah, penyakit apa saja yang dapat disembuhkan oleh herbal ini.. yuk kita simak beberapa resep yang beredar di masyarakat saat ini ...

1. Disentri.
2. Mencret.
3. Luka bakar (obat luar).
4. Luka (obat luar).
5.Sariawan mulut (obat kumur).
6. Suara parau (obat kumur).

RAMUAN DAN TAKARAN

Untuk penyakit Mencret ramuannya : Gambir sepotong Induk Kunyit sepotong Herba Patikan Cina segar segenggam Air 110 ml, Cara pemakaiannya: Diminum 1 kali sehari 100 ml, selama 3 hari. jika melebihi jangka waktu itu segera hubungi dokter.

Suara Parau, Sariawan Mulut

Ramuan: Gambir sepotong, Daun Sirih segar 3 helai, Air 110 ml. Cara pembuatan: Dibuat infus atau seduhan. Cara pemakaian : Untuk berkumur 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali 100 ml. selama 7 hari.

Ada beberapa bentuk Gambir antara lain:
1. Gambir Bulat.
2. Gambir Papan.
3. Gambir Paku.
Gambir merupakan bahan penting untuk makan sirih (nginang). Kebiasaan makan sirih menyehatkan gusi, gigi, dan tenggorokan.







Antara Asam Urat, Selai dan Herbal Srikaya

Anda yang menggemari makanan moden berupa roti, tentunya tak awam dengan herbal satu ini. Herbal srikaya banyak di manfaatkan menjadi selai.  Selain itu, herbal ini mempunyai banyak manfaat dalam penyembuhan beberapa penyakit. Bagian daun herbal ini banyak dimanfaatkan diantaranya untuk batuk, demam, reumatik dan penurun asam urat darah yang tinggi, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Sedangkan bagian biji dari herbal ini banyak dimanfaatkan untuk pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Bagian buah muda digunakan untuk mengatasi, diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia). Akar digunakan untuk mengatasi, sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi, diare, disentri, dan luka berdarah.

Bagian-bagian herbal ini diolah sesuai dengan kebutuhan, baik untuk diminum maupun obat luar. Sebagai obat luar daun di rebus dengan air, selanjutnya air digunakan untuk mencuci bagian yang bermasalah. Bagian biji biasanya di haluskan atau digiling untuk mengusir kutu kepala, kutu anjing dan serangga. Sedangkan buah dipakai untuk mengatasi memat dan abses.

Beberapa contok resep yang beredar di masyarakat :

Untuk Borok, bisul keras

Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2--3 kali.

Mematangkan bisul

Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.

Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris:

Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.

Membasmi kutu anjing:

Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.

Mematikan kutu kepala:

Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.

Cacingan pada anak

Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.

Gangguan pencernaan

Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.

Diare

Cuci kulit batang srikaya (6--10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masingmasing satu gelas.

Kudis

Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Catatan Khusus!

Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya. Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun. Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Rahasia Dibalik "Panjat Pinang"

Herbal ini akan sangat melekat di pikiran Bangsa Indonesia, apalagi ketika bulan Agustus, karena identik dengan perlombaan yang diselenggarakan setahun sekali dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba yang paling seru melibatkan kerjasama team dan strategi untuk mencapai kemenangan.

Namun, selama ini hanya sebagian kecil dari kita yang sadar bahwa bagian dari herbal Pinang yang tidak digunakan dalam lomba memiliki banyak manfaat. Misalnya, bagian Biji (Binglang) buah pinang bermanfaat mengatasi masalah Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis, Perut kembung akibat gangguan pencernaan, Bengkak karena retensi cairan (edema),Rasa penuh di dada, Luka, Batuk berdahak, Diare, Terlambat haid, Keputihan, Beri-beri, edema. Malaria, Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma. Sedangkan bagian daun bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan sakit pinggang. dan tak lupa sabut dari herbal ini mampu mengatasi masalah pencernaan, sembelit, dan edema dan beri-beri.

Beberapa resep yang beredar di masyarakat :

Untuk mengatasi Cacingan: siapkan 30g serbuk biji pinang lalu rebus dengan 2 gelas air, didihkan perlahan seiama kurang lebih 1 jam, lalu dinginkan dan saring, minum sekaligus sebelum makan pagi.
mengatasi Luka: tumbuklah biji sampai halus dan balurkan pada luka.
masalah Kudis: biji hebral pinang digiling sampai halus, ditambahkan sedikit air kapur sirih hingga seperti bubur, lalu oles pada kudis.
Koreng: Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak, tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar. campur dan digiling halus. Lumurkan pada koreng, jangan lupa bersihkan lebih dahulu.
Disentri: Buah pinang yang warnanya kuning muda cuci kemudian direndam di dalam 1 gelas air selama beberapa jam. Minumlah air rendaman pinang tersebut.
Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi: iris tipis-tipis biji buah pinang, setiap hari dikunyah selama beberapa menit, lalu ampasnya dibuang.
untuk Sakit pinggang: Daun herbal pinang secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat- hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.
Difteri: 1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang. Lakukan 3 kali sehari.

Perhatian!

Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah herbal Pinang cukup berbahaya bagi sistem syarat. umunya terjadi mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. cara mengurangi efek muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.
Jika terjadi Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure maka Anda telah kelebihan dosis. Segera hubungi dokter atau ahli pengobatan. Penanggulangan overdosis bisa dengan melakukan Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya,

Pemakaian biji pinang lebih baik biji yang telah dikeringkan, atau biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Hati-hati dengan kebiasaan mengunyah biji pinang, karena dapat meningkatkan kemungkinan mengidap kanker-mukosa pipi (buccal cancer).

"Tongkat Kayu" untuk Reumatik sampai Luka Bakar

Anda pengemar group band legendaris Indonesia tentu ingat dengan lirik lagu berikut ini,  ... "Tongkat kayu dan batu jadi tanaman" "orang bilang tanah kita tanah surga..." ya begitu kira-kira penggalan kalimat dalam lirik lagu Koes Plus.

Tongkat kayu diasumsikan sebagai bagaimana kita menanam sebuah tanaman dengan cara menancapkan batang pohon ke tanah. Salah satunya adalah pohon yang biasa disebut sebagai Ubi Kayu, Singkong, Pohong, Ketela Pohon (Indonesia) atau Cassava (Inggris). Tanah Indonesia memang surganya tanaman, dan Tuhan menciptakan berbagai tanaman dengan berbagai kegunaannya. Herbal ketela pohon ini pun tak luput dari banyak manfaat yang menyertainya. Selain sebagai hidangan cemilan dikala hujan dan bersantai, maupun sebagai teman menu Nasi Padang, herbal ini menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Betapa kita tidak sadar bahwa ternyata herbal ini dapat mengobati penyakit Reumatik, penyakit Demam, Sakit kepala, Diare, Cacingan, Mata kabur; Nafsu makan, Luka bernanah dan Luka baru kena panas.

Beberapa resep yang beredar di masyarakat :

  1. Untuk mengobati Demam, siapkan 1 (satu) potong batang daun ubi kayu, rebus dgn 3 gelas air hingga mendidih, lalu disaring untuk diambil airnya.minum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  2. Untuk mengobati Demam, siapkan 3 lembar daun ubi kayu, tumbuk halus dan gunakan sebagai kompres. 
  3. Untuk Reumatik,  5 lembar daun ubi kayu, 1/4 sendok kapur sirih. caranya kedua bahan tersebut ditumbuk halus.digunakan sebagai bedak/bobok pada bagian yang sakit.. 
  4. Untuk Reumatik, 1 potong batang ubi kayu. caranya : direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih      hingga tinggal 4 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  5. Sakit Kepala, Bahan: 3 lembar daun ubi kayu.Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.
  6. Mengusir cacing perut,  Bahan: kulit batang ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.Cara menggunakan: diminum menjelang tidur malam.. 
  7. Diare, Bahan: 7 lembar daun ubi kayu.Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Bila anak yang masih menyusui yang kena diare, ibunya yang meminum.  
  8. Mata sering kabur, Bahan: daun ubi kayu secukupnya.Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi setiap hari.
  9. Menambah nafsu makan,  Bahan: daun ubi kayu secukupnya.Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi dan sambal tomat.
  10. Luka bernanah, Bahan: batang daun ubi kayu yang masih muda. Cara membuat: ditumbuk halus
  11. Luka bernanah, Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut. Cara menggunakan: dibobokan pada bagian tubuh yang luka
  12. Luka baru kena barang panas (mis. knalpot), Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya, dan dibiarkan beberapa saat sampai tepung (patinya = jawa) mengendap.Cara menggunakan: tepung (pati) dioleskan pada bagian tubuh yang luka.